Jadwal Ta'lim di kota Karawang

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut Jadwal Ta’lim di daerah karawang,

Klari-Karawang:

1. Waktu              : Setiap senin, Ba’da ‘Isya - 21.00
Materi                 : Tafsir As-Sa’di
Lokasi                   : Masjid Al-Barokah, perum karawang jaya, Klari karawang
pemateri             : Al-Ustadz Sholehuddin
Peserta                : (Ikhwan & Akhwat)

2. Waktu              : setiap Rabu, jam 11.10 - dzuhur
Materi                 : Tarbiyatul Abna
Lokasi                   : SITD ‘Abdurrahman Bin ‘Auf (Banin & Banat), perum karawang  jaya, Klari karawang
pemateri             : Al-Ustadz Muhammad Asasuddin
Peserta                : (Ikhwan & Akhwat)

3. Waktu              : Setiap Jum’at, Ba’da ‘Isya - 21.00
Materi                 : Syarah 99 Hadits, Syaikh As-Sa’di Rahimahullah
Lokasi                   : Masjid Al-Barokah, perum karawang jaya, Klari karawang
pemateri             : Al-Ustadz Abu Royyan
Peserta                : (Ikhwan & Akhwat)

4. Waktu              : Sabtu pekan ke-1 & 3 jam 10.00 – 11.00
Materi                 : Nasihatii Lin Nisa
Lokasi                   : Masjid Al-Barokah, perum karawang jaya, Klari karawang
pemateri             : Al-Ustadz Sholehuddin
Peserta                : Akhwat

5. Waktu              : Setiap Sabtu, Ba’da ‘Isya - 21.00
Materi                  : Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi  Rahimahullah
Lokasi                   : Masjid Al-Barokah, perum karawang jaya, Klari karawang
pemateri             : Al-Ustadz Muhammad Asasuddin
Peserta                : (Ikhwan & Akhwat)

6. Waktu              : Setiap ahad, ba’da subuh - selesai
Materi                 : Syarah Addurar Al-Bayyinah
Lokasi                   : Masjid Al-Barokah, perum karawang jaya, Klari karawang
pemateri             : Al-Ustadz Sholehuddin
Peserta                : Ikhwan

Asy-Syaima' bintu Al-Harits

oleh Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu Imran

    Alangkah sukacita hati Abdul Muththalib tatkala sang cucu telah lahir. segera dibawanya bayi itu ke Ka'bah. di sana dia panjatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, seraya memberinya nama Muhammad.
     Sebagaimana kebiasaan masa itu, setiap bayi yang baru lahir selalu dicarikan ibu susuan. Saat itu, serombongan wanita Bani Sa'd bin Bakr dari suku Hawazin datang ke Makkah untuk mencari bayi-bayi yang hendak mereka susui dengan mengharap upah dari ayah sang bayi. selang beberapa waktu, para wanita itu telah memperoleh anak susuan masing-masing.
     Tinggallah Halimah bintu Al-Harits yang belum mendapatkan bayi. Tinggallah pula seorang bayi yatim bernama Muhammad. Wanita lain tak berminat memungutnya sebagai anak susuan. mereka berpikir, apa yang bisa diharapkan dari ibu si bayi, sementara ayahnya telah tiada? begitu pulalah yang ada dalam pikiran Halimah.
    

Asma Binti Abu Bakar


Seorang sahabat wanita yang terkemuka dan termasuk orang yang memeluk Islam dari sejak dini. Dalam peristiwa hijrah beliau menahankan berbagai penderitaan dengan penuh kesabaran. Dia dijuluki dengan julukan “Dzaatin Nithaqain” (Wanita yang memiliki dua sabuk). Dia sempat ikut Perang Yarmuk dan mendapat cobaan. Asma adalah wanita yang fasih berbahasa dan pandai melantunkan syair. Dialah ibu dari Abdullah bin Zubair dia pulalah muhajirin yang terakhir meninggal dunia.