Oleh : Al-Ustadzah Ummu 'Abdirrahman bintu 'Imran
Dia seorang Tabi'iyah. Namanya Mu'adzah bintu Abdillah Al-'Adawiyyah Al-Bashriyyah rahimahallah. Berkuniah dengan Ummu Shahba'. Dia adalah istri seorang Tabi'i yang mulia. Abush Shahba', Shilah bin Asyyam rahimahullah.
Dikenal sebagai seorang wanita yang berilmu. Dia mengambil hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Ali bin Abi Thalib, 'Aisyah Ummul Mukminin, Hisyam bin 'Amir Al-Anshari, dan Ummu 'Amr bintu 'Abdillah bin Az-Zubair. sederajat ulama meriwayatkan hadits darinya.
Tampilkan postingan dengan label Cerminan Shalihah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerminan Shalihah. Tampilkan semua postingan
Istri Rasulullah, 'Aisyah binti Abu Bakar
Penulis: Majalah Salafy Edisi XV/Dzulqa’idah/1417/1997
Dia adalah putri Abu Bakar Ash-Shiddiq , yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka memanggilnya “Humaira”. ‘Aisyah binti Abu Bakar Abdullah bin Abi Khafafah berasal dari keturunan mulia suku Quraisy.
Ketika umur 6 tahun, gadis cerdas ini dipersunting oleh manusia termulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasarkan perintah Allah melalui wahyu dalam mimpi beliau.
Label:
Cerminan Shalihah
Asy-Syaima' bintu Al-Harits
oleh Al-Ustadzah Ummu Abdirrahman bintu Imran
Alangkah sukacita hati Abdul Muththalib tatkala sang cucu telah lahir. segera dibawanya bayi itu ke Ka'bah. di sana dia panjatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, seraya memberinya nama Muhammad.
Sebagaimana kebiasaan masa itu, setiap bayi yang baru lahir selalu dicarikan ibu susuan. Saat itu, serombongan wanita Bani Sa'd bin Bakr dari suku Hawazin datang ke Makkah untuk mencari bayi-bayi yang hendak mereka susui dengan mengharap upah dari ayah sang bayi. selang beberapa waktu, para wanita itu telah memperoleh anak susuan masing-masing.
Tinggallah Halimah bintu Al-Harits yang belum mendapatkan bayi. Tinggallah pula seorang bayi yatim bernama Muhammad. Wanita lain tak berminat memungutnya sebagai anak susuan. mereka berpikir, apa yang bisa diharapkan dari ibu si bayi, sementara ayahnya telah tiada? begitu pulalah yang ada dalam pikiran Halimah.
Alangkah sukacita hati Abdul Muththalib tatkala sang cucu telah lahir. segera dibawanya bayi itu ke Ka'bah. di sana dia panjatkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, seraya memberinya nama Muhammad.
Sebagaimana kebiasaan masa itu, setiap bayi yang baru lahir selalu dicarikan ibu susuan. Saat itu, serombongan wanita Bani Sa'd bin Bakr dari suku Hawazin datang ke Makkah untuk mencari bayi-bayi yang hendak mereka susui dengan mengharap upah dari ayah sang bayi. selang beberapa waktu, para wanita itu telah memperoleh anak susuan masing-masing.
Tinggallah Halimah bintu Al-Harits yang belum mendapatkan bayi. Tinggallah pula seorang bayi yatim bernama Muhammad. Wanita lain tak berminat memungutnya sebagai anak susuan. mereka berpikir, apa yang bisa diharapkan dari ibu si bayi, sementara ayahnya telah tiada? begitu pulalah yang ada dalam pikiran Halimah.
Label:
Cerminan Shalihah
Asma Binti Abu Bakar
Seorang sahabat wanita yang terkemuka dan termasuk orang yang memeluk Islam dari sejak dini. Dalam peristiwa hijrah beliau menahankan berbagai penderitaan dengan penuh kesabaran. Dia dijuluki dengan julukan “Dzaatin Nithaqain” (Wanita yang memiliki dua sabuk). Dia sempat ikut Perang Yarmuk dan mendapat cobaan. Asma adalah wanita yang fasih berbahasa dan pandai melantunkan syair. Dialah ibu dari Abdullah bin Zubair dia pulalah muhajirin yang terakhir meninggal dunia.
Label:
Cerminan Shalihah
Langganan:
Postingan (Atom)